Kacamata Cateye (atau Cat Eye -- mata kucing). Kacamata dengan frame sudut-sudut naik ke atas membentuk mata kucing. Populer pada 1950-an dan 1960-an di antara perempuan penggemar fashion.Biasanya diasosiasikan dengan gaya rambut Beehive. Kacamata cateye ini mendahului kacamata bug-eye di tahun '70-an, '80-an and '90-an. Mereka yang dikenal senang pakai kacamata cateye: Marilyn Monroe, Barbara Windsor, Dinah Manoff, Lisa Loeb, Samantha Arsenault, Mary Whitehouse, Amy Lame, and Barry Humphries saat berperan sebagai Dame Edna Everage. Katy Perry pun suka pakai kacamata ini. Tahun 2012 ini sepertinya kacamata cateye bakal booming lagi.
Budaya Pop mempelajari produk manusia yang populer yang sadar atau tidak sadar memengaruhi mayoritas aspek hidupnya.
Senin, 25 Juni 2012
Kacamata Cateye
Kacamata Cateye (atau Cat Eye -- mata kucing). Kacamata dengan frame sudut-sudut naik ke atas membentuk mata kucing. Populer pada 1950-an dan 1960-an di antara perempuan penggemar fashion.Biasanya diasosiasikan dengan gaya rambut Beehive. Kacamata cateye ini mendahului kacamata bug-eye di tahun '70-an, '80-an and '90-an. Mereka yang dikenal senang pakai kacamata cateye: Marilyn Monroe, Barbara Windsor, Dinah Manoff, Lisa Loeb, Samantha Arsenault, Mary Whitehouse, Amy Lame, and Barry Humphries saat berperan sebagai Dame Edna Everage. Katy Perry pun suka pakai kacamata ini. Tahun 2012 ini sepertinya kacamata cateye bakal booming lagi.
Rabu, 20 Juni 2012
Peregrine Honig
Peregrine Honig (lahir 1976 di San Francisco, CA) adalah seniman Amerika yang karyanya berkaitan dengan hubungan antara budaya pop, kerentanan seksual, kecemasan sosial, etika kemewahan dan tren dalam konsumerisme.
Karya-karya Peregrine Honig mencakup pengaruh tak terhitung jumlahnya budaya pop, termasuk: pin-poster vaintage yang menggambarkan selebritis simbol-seks; dongeng anak dan cerita cabul; seksisme dan rasisme dalam pemasaran dan periklanan; jalan Amerika memberikan feminitas untuk masyarakat umum selama masa perang; pengiriman kesuburan dan ikon heteroseksualitas untuk tentara; kemewahan selama periode kemiskinan intens; cara yang mendasari cita-cita keindahan ditemukan dalam dongeng yang digunakan untuk menjual produk dan cita-cita zaman modern konsumen, misalnya "kulit Putri Salju," "bibir Ruby Merah", "Putri Tidur." Dia juga dipengaruhi majalah mode, terutama cara mereka memberikan idealisme melalui gambaran kemudaan abadi/kecantikan remaja, dan kepuasan mereka dalam kemewahan musiman. Taksidermi dan budaya berburu juga berpengaruh besar karya-karya Honig, khususnya keindahan pelestarian dan voyeurisme Hewan Taxidermied adalah mimpi terjebak dalam waktu, eksotis dan erotis. Keeksentrikan bulu harimau, cheetah, macan tutul salju dan mereka memakai bulu-bulu itu. Budaya berburu membawa dengan itu suatu hypermasculinity-the keberanian menangkap hewan berbahaya sehingga memproyeksikan seksualitas ke kulit kelas tinggi predator hewan.
Selasa, 22 Mei 2012
Lady Gaga Ikon Budaya Populer
Berawal dari kekaguman malam itu, profesor sosiologi di University of South Carolina tersebut akhirnya menyusun rancangan mata kuliah yang ia beri nama Lady Gaga and the Sociology of the Fame.
Kuliah Lady Gaga dan Sosiologi Ketenaran ini tidak membahas soal musikalitas, tetapi fokus pada elemen-elemen sosial dalam meningkatnya popularitas Mother Monster itu sebagai sebuah ikon musik pop. Mata kuliah ini dibahas dalam kerangka sosiologi budaya populer dan musik.
"Kita akan tertarik bagaimana Lady Gaga telah menjadi sesuatu, dalam even ini, dalam level sosial, dalam skala global," kata Deflem seperti dikutip dari situs resmi University of South Carolina, Selasa (22/5).
Menurut Prof Deflem, ketenaran Lady Gaga pantas menjadi kajian khusus karena penyanyi bernama asli Stefani Germanotta itu sangat fenomenal.
"Dia adalah seorang yang bergema sangat luas kepada banyak orang, dia memiliki 10 juta pengikut di Facebook dan enam juta di Twitter," ujar dia.
Meski kajiannya populer, Prof Deflem menjamin ini bukan mata kuliah ecek-ecek. Bahkan ini kuliah serius.
"Siswa harus belajar sesuatu yang serius. Tapi mereka bisa belajar sesuatu yang serius tentang topik menyenangkan," ujar Deflem yang juga ahli dalam kajian terorisme ini.
Bagi Deflem, kuliah ini akan memberi mahasiswa kegembiraan sosiologis tertentu, yang memang diperlukan. "Karena jujur saja, sosiologi dapat membosankan," ujarnya.
Minggu, 25 September 2011
Madonna, ikon budaya pop jenius
Madonna (lahir Madonna Louise Ciccone , 16 Agustus 1958) adalah penyanyi-penulis lagu Amerika, aktris, dan pengusaha. Lahir di Bay City, Michigan, ia pindah ke New York City pada 1977 untuk mengejar karir di tari modern. Setelah melakukannya dalam kelompok musik Breakfast Club dan Emmy, ia merilis album debutnya pada tahun 1983. Dia mengikutinya dengan serangkaian album dimana dia menemukan popularitas besar dengan mendorong batas-batas isi lirik dalam musik populer arus utama dan pencitraan dalam video musiknya, yang menjadi fixture di MTV. Sepanjang karirnya, banyak lagu-lagu nya telah mencapai nomor satu pada tangga lagu rekaman, termasuk"Like a Virgin", "Papa Don't Preach", "Like a Prayer", "Vogue", "Frozen", "Music", "Hung Up", and "4 Minutes". Kritikus memuji Madonna untuk produksi beragam musiknya sementara pada saat yang sama berfungsi sebagai penangkal petir untuk kontroversi agama.
Karirnya semakin ditingkatkan dengan penampilan film yang dimulai pada tahun 1979, meski ada banyak komentar negatif. Dia memenangkan pujian kritis dan Golden Globe Award untuk Aktris Terbaik untuk perannya dalam Evita (1996), namun telah menerima umpan balik yang keras untuk peran film lainnya. Usaha-usaha lain Madonna termasuk menjadi perancang busana, penulis buku anak-anak, sutradara film dan produser. Madonna telah diakui sebagai pengusaha. Pada tahun 1992, ia mendirikan perusahaan hiburan Maverick sebagai usaha patungan dengan Time Warner. Pada tahun 2007, dia menandatangani (belum pernah terjadi sebelumnya) 120 juta dollar kontrak dengan Live Nation.
Madonna telah menjual lebih dari 300 juta rekaman di seluruh dunia dan diakui sebagai artis rekaman wanita terlaris di dunia sepanjang masa versi Guinness World Records. Menurut Asosiasi Industri Rekaman Amerika (RIAA), dia adalah artis wanita terlaris abad ke-20 dan seniman terlaris kedua perempuan di Amerika Serikat, di belakang Barbra Streisand, dengan 64 juta album bersertifikat. Pada tahun 2008, majalah Billboard peringkat Madonna di nomor dua, hanya berada di belakang The Beatles, di Billboard Hot 100 Semua-Time Top Artists, membuatnya menjadi artis solo paling sukses dalam sejarah chart Billboard. Dia juga dilantik ke dalam Rock and Roll Aula Fame di tahun yang sama. Dianggap menjadi salah satu dari "25 Wanita Paling Berpengaruh Abad Past" dengan Waktu untuk menjadi seorang tokoh berpengaruh dalam musik kontemporer, Madonna dikenal untuk terus menciptakan kembali baik musik dan gambar, dan untuk mempertahankan standar otonomi dalam industri rekaman .
Senin, 14 Juni 2010
Budaya Pop Koes Plus

Cuplikan tulisan dari Kompas saat membahas Koes Plus ini menarik:
Pertemuan antargenerasi itu, dalam pandangan antropolog Dr Lono Lastoro Simatupang, dimungkinkan karena budaya populer memang menjadi ruang pertemuan antara generasi tua dan generasi muda. Bisa dikatakan, tidak ada pemisahan tegas antara ”tua” dan ”muda” dalam budaya pop.
”Sifat lintas generasi itu dapat dipahami sebagai pengejawantahan watak industri budaya populer itu sendiri. Sifat seperti ini berbeda dari budaya tradisi yang umumnya memiliki penjenjangan generasi,” kata Lono, Kepala Jurusan dan pengajar di Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu.
Koes Plus, seperti menjadi peletak dasar band modern Indonesia.
Kamis, 03 Juni 2010
Selamat Jalan Pance

Salah satu ikon budaya Pop yang mewarnai blantika musik Indonesia menghadap Sang Khalik. Pance Pondaag. Lagu-lagunya pada era 80-an menjadi trend setter. Misalnya, "Tak Ingin Sendiri" yang dinyanyikan Dian Piesesha, "Untuk Sebuah Nama" yang dinyanyikan Meriam Bellina, "Orang Ketiga" dinyanyikan Susi Adella, "Kucari Jalan Terbaik", "Engkau Segalanya Bagiku", "Kau dan Si Buah Hati", "Mulanya Biasa Saja". Lagu ciptaannya, "Ave Maria" bahkan menjadi semacam lagu wajib di Pulau Sumba. Para perantau dari Sumba jika menyanyikan lagu itu merasa mereka sudah pulang kampung. Selamat jalan Om Pance.
Minggu, 07 Februari 2010
Iwan Fals
Beberapa waktu lalu, majalah Rolling Stone Indonesia menobatkan Bongkar sebagai lagu Indonesia terbaik sepanjang masa. Lagu yang dinyanyikan Iwan Fals bersama grup Swami ini sarat kritik sosial yang menjadi simbol oposisi terhadap Orde Baru pimpinan Jenderal Purnawirawan Soeharto.Pria yang bernama asli Virgiawan Listanto ini memang lekat dengan lagu-lagu yang bertema kritik sosial, misalnya Oemar Bakri, Bento, Tampomas, Galang Rambu Anarki, Lonteku, Ethiopia, dll. Walau begitu dia juga menyanyikan lagu cinta semisal Mata indah Bola Ping-Pong, Kemesraan, Antara Kau Aku & Bekas Pacarmu, dan yang paling fenomenal saat keroyokan menyanyikan Kemesraan, lagu wajib tiap pertemuan pada era 90-an.
Iwan Fals adalah ikon budaya pop Indonesia. Dia seperti mewakili jeritan rakyat yang terbungkam terutama di era Orde Baru. Kini, jeritan rakyat tenggelam di antara makian pejabat dan wakil rakyat. Mungkin perlu seorang ikon budaya pada era Reformasi ini. Foto-foto ini dicuplik dari wawancara dia di acara Kick Andy, awal Februari lalu. Oh ya, tulisan yang lebih lengkap tentang Iwan Fals dapat Anda akses di wikipedia. Kisah tentang salah satu konsernya di tahun 1989 di Istora Senayan dapat Anda dimak di Majalah Tempo.
Rosana istri Iwan Fals, biasa dipanggil Mbak Yos. Pada masa-masa terberat Iwan Fals, termasuk saat Galang Rambu Anarki meninggal di usia remaja, Mbak Yos setia menguatkan Iwan.Kamis, 28 Januari 2010
Genio Civic Nike Ardilla

Pagi itu, Jl. R.E. Martadinata Bandung terjadi kejadian mengenaskan. Mobil Honda Genio Civic biru metallic plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah. Satu penumpang tewas pukul 06.15 itu. Awalnya Genio itu berusaha menyalip mobil merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, si sopir langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak pohon dan terpental menabrak pagar beton bak sampah kantor Usaha Pribadi.
Si sopir tewas seketika, 19 Maret 1995. Seandainya dia ”bukan siapa-siapa”, mungkin orang-orang sekadar menganggapnya sebagai sopir ugal-ugalan yang sedang sial. Namun, perempuan di balik kemudi mobil naas itu adalah penyanyi yang albumnya sudah terjual lebih dari 5 juta keping: Nike Ardilla. Kontan itu membuat heboh masyarakat Indonesia.
Di internet sudah banyak tulisan tentang kisah Nike Ardilla ini. Dan, kontroversi misteri kematiannya sampai hari ini pun belum tuntas. Apakah karena Nike dalam kondisi tidak fit atau sampai muncul adanya sabotase terhadap mobilnya mengingat konon ban mobilnya lebih kecil daripada ban standar Genio Civic, sampai kini pertanyaan-pertanyaan itu belum terjawab dengan memuaskan. Namun, pernahkah Anda mendengar kematian Nike Ardilla ini mempengaruhi penjualan Honda Genio Civic. Yang saya ingat waktu itu, sebelum Nike tewas, banyak orang berburu membeli sedan yang waktu itu tampak paling sporty dibanding sedan-sedan sejenis. Namun, setelah cewek yang dipanggil akrab Keke itu meninggal, kok Genio Civic surut bersliweran di jalan-jalan. Ada hubungannya kah? Atau, tidak? Ah, ini hanya pikiran mengawang-awangku. Kebenarannya sulit dibuktikan.
Yang jelas, Nike Ardilla sudah memenuhi kaidah sebagai ikon budaya pop Indonesia. Pembahasan apik tentang penyebab kecelakaan Nike Ardilla bisa Anda baca di blog Martin T. Teiseran.
Selasa, 15 September 2009
Patrick Swayze Meninggal karena Kanker Pankreas

Bintang utama film Ghost, pasangan main Demi Moore — yang di Indonesia melahirkan istilah populer KDM: Korban Demi Moore, meninggal dunia kemarin. Patrick meninggal pada umur 57 tahun. Setelah divonis terserang kanker pankreas sejak Maret tahun lalu.
Filmnya di Indonesia benar-benar sangat berpengaruh. Terutama KDM-nya itu lho.
Kamis, 03 September 2009
Keajaiban Make Up
Malam hari akhir minggu, suami-istri yang diundang makan malam sedang bersiap-siap. Si istri sedang sibuk dengan make upnya. Ia mengoleskan foundation di wajahnya sebagai dasar bagi bedaknya, menaburkan compact powder, memberi perona pipi, menulis alis, merapikan bulu mata. Tidak lupa lipstick dioleskan yang disesuaikan warna bajunya. Seharian sejak pagi ia sudah menggulung rambutnya supaya ikalnya beraturan. Setelah selesai semua dengan dandanannya si istri akhirnya berkata, ”Nah, tetangga baru kita bakal melihat diriku yang sebenarnya.” Sang suami hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar celetukan si istri sewaktu menggamit istrinya untuk keluar rumah menuju tetangga baru mereka.
Saya beberapa kali menonton acara make over di televisi. Acara ini berisi kesigapan seorang penata rias mengubah wajah seorang klien dari kalangan biasa dengan wajah biasa menjadi sangat cantik. Saya juga pernah dengar seorang teman yang menjadi EO sebuah event launching produk dengan bintang terkenal mendapati si bintang terkenal yang datang hendak gladi resik acara itu dalam keadaan tanpa make up. ”Jelek banget. Alisnya hanya separuh,” katanya. Namun, waktu saya menghadiri acara itu, si bintang sudah kelihatan cantik lagi.
Namun, saat saya membuka Humor.Beecy.net, yang dikatakan teman saya dan kisah di atas kembali muncul di benak saya. Betapa ajaibnya make up dalam mengubah wajah seseorang. Dalam situs itu ditampilkan artis-artis top dunia dalam wajah "asli" dan "palsu". Silakan tebak mana yang asli dan mana yang palsu.


Kamis, 06 Agustus 2009
RIP W.S. Rendra

Seorang yang mewarnai dunia sastra modern Indonesia telah berpulang. Sang burung merak, Willy Brodus Surendra Broto yang kemudian berganti nama menjadi Wahyu Sulaiman Rendra setelah dirinya muslim, menjalani perawatan jantung sejak setahun lalu. Berkali-kali ia masuk rumah sakit, sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya di kediaman salah satu putrinya, Clara Shinta, di Perumahan Pesona Kayangan, Depok, Bogor 6 Agustus 2009.
Pria kelahiran 7 November 1935 ini mendirikan Bengkel Teater pada 1967 di Yogyakarta juga di Depok, Jawa Barat.
Pemikirannya yang brilian tentang bangsa Indonesia dan perlawananannya pada ketidakadilan adalah sumbangan terbesar bagi negara ini.
Agaknya si Burung Merak hendak memamerkan bulu-bulunya di surga. Selamat jalan Rendra.
Dalam salah satu pembacaan puisi
Berikut ini adalah salah satu sajaknya
Sajak Sebatang Lisong
menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langitdua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka
matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak - kanak
tanpa pendidikan
aku bertanya
tetapi pertanyaan - pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis - papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan
delapan juta kanak - kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
Senin, 03 Agustus 2009
Harry Potter dan Budaya Pop
Apa dampak fenomena Harry Potter terhadap budaya pop? Ada banyak dampak yang ia timbulkan. Untuk film-filmnya, popularitas Harry Potter menggeser genre fiksi ilmiah ke genre fantasi. Peningkatan film dan acara-acara televisi yang bertema fanatasi belum pernah terjadi pada masa-masa lalu. Dan, ucapan terima kasih harus ditujukan pada Harry Potter.
Pengaruh lainnya adalah penjualan buku, khususnya penjualan buku bacaan anak. Dampak positif ini dapat Anda lihat di Indonesia saat seri terakhir, ketujuh, Harry Potter diluncurkan. Pukul 12 malam, anak-anak antre di Gramedia. Itu baru di Indonesia yang konon tingkat bacanya rendah. Bagaimana di luar negeri. Dapat Anda bayangkan sendiri.
Film Harry Potter, Half Blood Prince, baru diputar resmi di Indonesia pada 17 November 2009. Apakah ada kehebohan? Tentu saja ini sangat tergantung bagaimana para pengusaha media mengemas komunikasi mereka kepada khalayak. Yang jelas, ikon pop culture yang satu ini paling krispy untuk diolah di media. Terima kasih untuk J. K. Rowling yang rela bersusah-susah menulis di tissu—karena tidak kuat membeli kertas—warung makan untuk mewujudkan seri Harry Potter ini.
Jumat, 31 Juli 2009
Obama Ikon Budaya Populer
Amerika Serikat, negara menjadi pelopor budaya populer melalui berbagai perusahaan media multinasional mereka, menjadikan presiden mereka sebagai ikon budaya populer. Mereka menyoroti sang presiden terus-menerus. Menu makan, jenis baju, hingga berapa lama dan kapan si presiden membuang hajat khalayak dapat tahu. Tidak hanya itu, bahkan keluarga mereka tidak luput dari buntutan paparazzi.Mungkin sebenarnya fenomena ini dimulai dari si presiden sendiri. Hal ini bisa ditelusuri saat JFK senator Massachusetts memutuskan untuk melakukan debat dengan Nixon, yang saat itu menjabat wakil presiden. Keputusan itu membuatnya menang dalam pertarungan merebut kursi presiden karena memanfaatkan televisi sebagai media. Hal yang jitu sekaligus senjata makan tuan. Kennedy yang penampilannya lebih mirip prince charming dan didukung istrinya Jacqueline yang tampil selalu chic, media dengan senang hati menyoroti kehidupannya. Apalagi gaya hidup John yang flamboyan.
Hal ini menimpa presiden-presiden selanjutnya. Yang terakhir adalah Barrack Obama. Hiruk pikuk pemilihan presiden tahun lalu, memang menghasilkan presiden yang sepertinya paling banyak penggemarnya di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia. Bahkan seorang Indonesia yang dulu minder karena hitam dan berhidung besar sekarang rejekinya mengalir dari kulit dan hidungnya tersebut. Gara-gara ia mirip Obama. Bahkan kemenangan Obama disambut sangat meriah di Indonesia gara-gara dia pernah empat tahun hidup di Indonesia.Dan, sorotan terhadap Obama pun tidak berkurang di negara yang ia pimpin. Baru-baru ini ia keselo lidah. Presiden AS Barack Obama sempat menuai kontroversi dengan komentarnya yang menyebut "polisi telah bertindak bodoh" atas penangkapan seorang profesor Harvard berkulit hitam. Untuk meredakan kontroversi itu, Obama mengundang sang profesor dan polisi yang telah menangkapnya ke Gedung Putih.
Mereka pun berbincang dengan hangat sembari minum-minum bir dan menyantap makanan ringan. Obama dan Profesor Henry Louis Gates serta perwira polisi Sersan James Crowley melakukan acara santai tersebut di taman Rose Garden di Gedung Putih. Wakil Presiden AS Joe Biden ikut serta dalam obrolan tersebut.
Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 40 menit. Obama puas dengan pertemuan tersebut. "Saya senantiasa percaya bahwa apa yang menyatukan kita lebih kuat daripada apa yang memisahkan kita," tutur Obama usai pertemuan tersebut."Saya yakin bahwa itu hal itu telah terjadi di sini malam ini, dan saya berharap kita semua mampu mengambil pelajaran positif dari episode ini," ujar Obama seperti dilansir kantor berita AFP , Jumat (31/7/2009). Sebuah penyelesaian yang khas budaya populer.
Senin, 27 Juli 2009
Katie Holmes Selamat dari Kecelakaan Ledakan di Lokasi Syuting Film “Don’t Be Afraid Of The Dark”

Seperti yang diberitakan Pop Crunch oleh Castina, Katie Holmes hampir celaka saat terjadi ledakan pada Senin, 27 Juli 2009 lalu di lokasi syuting film terbarunya di Melbourne.
Nyonya Tom Cruise ini di Australia dalam rangka berakting dalam film Don’t Be Afraid of the Dark. Saat itu Katie sedang dalam adegan di dalam mobil yang tiba-tiba terjebak dalam api karena aki mobil meledak.
Tidak ada yang terluka dalam ledakan tersebut.
Kamis, 23 Juli 2009
100 Ikon Budaya Pop
Salah satu negara yang menjadi awal tumbuhnya budaya pop adalah Amerika Serikat. Beberapa waktu lalu VH1, sebuah channel televisi, membuat daftar 200 orang yang menjadi simbol budaya pop. Berikut adalah daftarnya. Namun daftar ini masih bisa diperdebatkan sebab ternyata ada juga yang membuat versi tandingannya. Saya hanya menampilkan 100 orang. Silakan menyimak baik-baik—banyak di antara mereka yang mati muda. Mengapa Yesus masuk dalam daftar? Saya juga mencoba membuat daftar versi Indonesia, tetapi mungkin harus banyak mendapat masukan.
| NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 | VERSI VH1 Oprah Winfrey Superman Elvis Presley Lucille Ball Tom Cruise Marilyn Monroe Madonna Michael Jordan Princess Diana Michael Jackson Serial Friends The Beatles Jerry Seinfeld Steven Spielberg Jennifer Lopez Muhammad Ali Mickey Mouse Bill Clinton The Brady Bunch Britney Spears The Simpsons Tom Hanks Julia Roberts JFK Jr. Rolling Stones James Dean Frank Sinatra John Travolta Mary Tyler Moore Bill Cosby Eminem JFK George Clooney Audrey Hepburn Puff Diddy Johnny Carson Kurt Cobain Brad Pitt Katie Couric The Osbournes Cher Fred Flintstone Martha Stewart Michael J. Fox Bee Gees Harrison Ford Jackie O. Jim Carrey Elizabeth Taylor James Brown Tiger Woods Robert De Niro Jerry Garcia John Wayne Elton John Carroll O'Connor Nicole Kidman Magic Johnson Leonardo DiCaprio Kermit & Miss Piggy Mike Myers Andy Warhol Mel Gibson Celine Dion Jackie Robinson Barbra Streisand Howard Stern Bob Dylan Denzel Washington Carol Burnett Run-D.M.C. Jay Leno Bono Susan Lucci John Belushi Bruce Springsteen Bugs Bunny Arnold Schwarzenegger Robin Williams Pamela Anderson Jack Nicholson Bill Gates Aerosmith Katharine Hepburn Eddie Murphy Paul Newman Grace Kelly Johnny Cash Barbara Walters Clint Eastwood Marvin Gaye Al Pacino KISS Penny Marshall Vivien Leigh Wayne Gretzky Stephen King Shania Twain Henry Winkler Will Smith | VERSI TANDINGAN Abraham Lincoln George Washington Beatles Elvis Presley John Wayne Santa Claus Marilyn Monroe Superman Mickey Mouse Barbie JFK Michael Jackson Michael Jordan Jesus Christ Adolf Hitler Pope John Paul II Princess Diana Lucille Ball Frank Sinatra Bill Gates Oprah Winfrey Albert Einstein Ben Franklin Thomas Jefferson Mark Twain Teddy Roosevelt FDR Walt Disney Martin Luther King Muhammad Ali Ronald Reagan Bill Clinton George W. Bush Osama bin Laden Adam and Eve Frankenstein's monster Dracula Sherlock Holmes Tarzan Ebenezer Scrooge Daniel Boone Batman and Robin Romeo and Juliet Charlie Chaplin Dorothy, Scarecrow, Tin Woodman, Cowardly Lion The Simpsons Harry Potter Tiger Woods Madonna James Dean Bruce Lee Elizabeth Taylor Tom Cruise Rolling Stones Bill Cosby Martha Stewart Hugh Hefner James Bond (Sean Connery) Archie Bunker (Carroll O'Connor) Tom Hanks Jack Nicholson Clint Eastwood Bob Dylan John Lennon Britney Spears Kurt Cobain Eminem Humphrey Bogart Cary Grant Paul Newman Jimmy Stewart Fred Astaire Marx Brothers Three Stooges Bugs Bunny King Kong Moby-Dick Alfred Hitchcock Woody Allen Steven Spielberg Sigmund Freud Charles Lindbergh Babe Ruth Johnny Cash Judy Garland Katharine Hepburn Jackie Robinson Charles Manson OJ Simpson Bunda Maria Daud dan Goliat Cinderella Peter Pan Lassie Snoopy Charlie Brown Rocky (Sylvester Stallone) Julia Roberts Jennifer Lopez Brad Pitt |
Kalau
VERSI INDONESIA
- SLANK
- Iwan Fals
- Soekarno (Presiden RI pertama)
- Gombloh
- Nike Ardilla
- Koes Bersaudara
- Ahmad Albar
- Soeharto
- Srimulat
- SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono)
- ...
- ...
Senin, 20 Juli 2009
Bob Marley vs. Mbah Surip

Jumat lalu, Indonesia bersedih karena Jakarta dibom lagi oleh orang yang tidak hanya tidak bertanggung jawab, tetapi juga sangat keji.
Namun tinggalkanlah sejenak tentang bom, jika terlalu dipikirkan, kita memang jadi terteror. Itu yang diinginkan oleh para teroris.
Fenomena budaya pop tepat sebelum bom adalah mencuatnya Mbah Surip dalam kancah musik Indonesia. Entah karena sudah banyak yang bosan dengan lagu cinta yang dikemas hampir tanpa selera, Mbah Surip dengan gaya setengah gilanya, berhasil menerobos pecinta musik Indonesia dengan lagu "Tak Gendong". Ada yang jijik, tetapi banyak pula yang suka.
Dia berkiprah sudah sejak lama, sebelumnya banyak menyanyi off air (kata teman yang ex karyawan sebuah stasiun televisi). Namun, baru belakangan lagunya jadi terkenal. Menurut Mbah Surip, di tengah kekeh-annya yang kadang menjengkelkan, menjelaskan bahwa lagu ini berkisah tentang kebersamaan. Tak Gendong = Together. Walah.
Konon, walau Mbah Surip berdandan selalu mirip dengan Bob Marley, salah satu ikon budaya pop melalui musik reggae-nya, ia menyangkal jika musiknya adalah reggae. Menurutnya genjrang-genjreng gitarnya ya hanya itu kemampuannya. Memang Bob Marley menjadi inspirasi hidupnya, mungkin gaya gimbal dan cara hidup bohemiannya. Entahlah, yang pasti musik uniknya sudah menghasilkan 4 miliar rupiah bagi koceknya. Dan, kabar terakhir sebelum bom meledak di J. W. Marriot dan Ritz Carlton, Mbah Surip bercita-cita membeli helikopter, supaya ada artis Indonesia ada yang punya helikopter katanya. Ia bahkan mau bertanya pada Fauzi Bowo, apakah ada yang menjual helikopter second? Namun, itu semua sebelum bom meledak. Entahlah sekarang.
Apakah mereka bakal jadi pasangan baru? Wah gosip banget nih."Iya benar tadi meninggal pukul 10.30 WIB," kata Mega, petugas pendaftaran RS Pusdikkes saat dikonfirmasi detikcom.
Penyanyi bergaya Bob Marley yang terkenal dengan 'I Love You Full' ini berencana membuat album Ramadan tak lama lagi. Dia juga berniat menggandeng Manohara untuk berduet. Tak gendong ke mana-mana. Agaknya rencana itu bakal tidak kesampaian.
Senin, 13 Juli 2009
Andy Warhol dan 15 Menit Kemasyhuran
Andy Warhol, seorang seniman pionir budaya pop.
Pria yang bernama asli Andrew Warhola (Rusyn: Андрій Варгола, August 6, 1928 – February 22, 1987), adalah pembuat film, pelukis, dan seniman print-ad adalah pionir gerakan seni visual yang disebut seni pop. Setelah sukses berkarier sebagai illustrator iklan, Warhol menjadi termasyhur di seantero bumi dalam karyanya sebagai pelukis, film-film avant-garde, produser rekaman, penulis buku, dan public figure yang dikenal karena ia menjadi anggota berbagai kalangan termasuk kaum bohemian di jalanan, kaum intelektual, selebritis Hollywood, dan aristokrat kaya raya.
Karya-karya Warhol yang paling dikenal adalah lukisan-lukisan (cetakan sablon) kemasan produk konsumen dan benda sehari-hari yang sangat sederhana dan berkontras tinggi, misalnya Campbell's Soup Cans, bunga poppy, dan gambar sebuah pisang pada cover album musik rock The Velvet Underground and Nico (1967), dan juga untuk potret-potret ikonik selebritis abad 20, seperti Marilyn Monroe, Elvis Presley, Jacqueline Kennedy Onassis, Judy Garland, dan Elizabeth Taylor.
Di luar dunia seni, Warhol dikenal dengan ucapannya "Di masa depan semua orang akan menjadi terkenal selama 15 menit". Dia berkata kepada beberapa reporter, "Kalimat terbaru saya adalah, 'Dalam lima belas menit, semua orang akan menjadi terkenal'".
Berikut salah satu karyanya yang menjadi sampul majalah TIME. Sampul TIME 19 Maret 1984 ini bergambar wajah Michael Jackson di puncak kejayaan sang raja pop ini.













