Senin, 14 Juni 2010

Budaya Pop Koes Plus



Cuplikan tulisan dari Kompas saat membahas Koes Plus ini menarik:

Pertemuan antargenerasi itu, dalam pandangan antropolog Dr Lono Lastoro Simatupang, dimungkinkan karena budaya populer memang menjadi ruang pertemuan antara generasi tua dan generasi muda. Bisa dikatakan, tidak ada pemisahan tegas antara ”tua” dan ”muda” dalam budaya pop.

”Sifat lintas generasi itu dapat dipahami sebagai pengejawantahan watak industri budaya populer itu sendiri. Sifat seperti ini berbeda dari budaya tradisi yang umumnya memiliki penjenjangan generasi,” kata Lono, Kepala Jurusan dan pengajar di Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu.

Koes Plus, seperti menjadi peletak dasar band modern Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar untuk saling berbagi pengetahuan tentang budaya pop