Kamis, 09 Juli 2009

NGEHE

Sebuah umpatan yang tidak terlalu jelas asal-usulnya. Jika ditelusuri dari KBBI lema nge yang paling mengawali kata ngehe paling dekat adalah ngebet (rasa ingin sekali, rasa berdenyut-denyut), ngebut, ngeceng (jual tampang), ngeden (mengejan), ngedumel (mengomel). Jika dianggap ngehe berawalan ”ng”—dalam bahasa percakapan—ada kata dasar ehe yang berarti nama tahun kedua dari daur kecil (windu). Atau mungkin memakai kata dasar yang diawali huruf K? Dalam kamus hanya tertera ”kehel” yang berarti menyimpang dari jalan yang benar. Jadi jelas, pencarian unsur pembentuk kata ngehe tidak dapat ditelusuri dalam kamus resmi.

Awalnya ada yang mengira umpatan Ngehe semacam "jancok" di Surabaya, atau "kehed" di Sunda sana sebagai istilah santai yang diucapkan oleh kawan sejawat yang telah saling-mengenal dengan akrab. Sekarang istilah ini mengalami perluasan makna. Beberapa orang menyarankan perluasan makna ngehe ini dalam enam arti. Yaitu:

  1. Sebagai umpatan menyatakan persetubuhan, seperti "ngen***", "kon***" atau "me***.
  2. Umpatan pengganti umpatan "bangsat" untuk pria atau "sundel" untuk cewek. Atau sekadar mengumpat "sialan".
  3. Sebagai penyebut bahwa yang dimaki mempunyai sifat "basi", "payah" atau "tai" — kata terakhir adalah umpatan Jawa yang sangat berterima di Jakarta. Atau umpatan pengganti lain yang lebih kasar, misalnya: "anjing" atau "babi" atau "monyet".
  4. Menyatakan watak orang lain yang membosankan atau culas dan licik.


Di sisi lain kata ngehe bisa berarti sebagai pujian pengganti kata "hebat" atau "canggih"

Lalu, situasi apa saja yang cocok untuk makian yang konon populer semenjak tahun 80'an (atau mungkin sebelumnya) ini?

  1. Berada dalam situasi yang tidak mampu Anda atasi. Misalnya terjebak dalam kerumunan orang. Atau, Anda kecopetan.
  2. Mendapat pengkhianatan. Misalnya, Anda terlibat perdebatan dengan rekan kerja tentang solusi sebuah masalah dan argumen Anda dimentahkan oleh rekan Anda. Namun pada saat rekan Anda menghadap ke Bos kemudian mengemukakan argumen Anda yang benar itu sebagai ide dia
  3. Ketika Anda melihat seorang cewek muda cantik plus sexy berjalan berangkulan mesra dengan om gendut botak dan kaya. Atau, Anda melihat tante menor, gemuk, kaya dirangkul mesra oleh pemuda tampan gagah dan kekar.
  4. Ketika Anda ditinggalkan pacar demi orang lain yang lebih baik.
  5. Anda berada di Jakarta. Sebab di kota lain Anda akan mengeluarkan umpatan yang berbeda.

Apakah suatu saat ngehe bakal dirawat oleh profesor-profesor bahasa kita dan dimasukkan ke Kamus Besar Bahasa Indonesia? Entahlah. Sejauh ini makian bukanlah bagian dari budaya pop, sebab makian sangat dibatasi oleh wilayah geografis. Mungkin beberapa makian yang tersebar di film-film Hollywood ada yang menyasar di Indonesia, tetapi jika diucapkan di lingkungan yang tidak merasa tersengat makian itu, umpatan impor tersebut terasa tidak pas, seemosi apa pun yang meneriakkannya. Misalnya, saya diteriaki Ngehe, tidak akan tersinggung karena bukan bahasa yang akrab di telinga saya.

3 komentar:

  1. Wah, aku baru dengar sekali ini istilah 'ngehe'. Selama ini tak ada yang menyebut-nyebut 'ngehe' di depanku, kalau ada pun paling-paling aku akan bertanya 'itu apa tho?'

    BalasHapus
  2. Aku gak tahu pengucapannya. "Ngehe" seperti "Tempe", seperti "Es", seperti "terang"?

    BalasHapus
  3. Ada penjelasan yang asyik juga tentang Ngehe ini. Ditulis oleh Bule Ngehe. Sayang, tetep saja aku tidak tahu pengucapannya.

    BalasHapus

Silakan berkomentar untuk saling berbagi pengetahuan tentang budaya pop