Minggu, 07 Februari 2010

Iwan Fals

Beberapa waktu lalu, majalah Rolling Stone Indonesia menobatkan Bongkar sebagai lagu Indonesia terbaik sepanjang masa. Lagu yang dinyanyikan Iwan Fals bersama grup Swami ini sarat kritik sosial yang menjadi simbol oposisi terhadap Orde Baru pimpinan Jenderal Purnawirawan Soeharto.

Pria yang bernama asli Virgiawan Listanto ini memang lekat dengan lagu-lagu yang bertema kritik sosial, misalnya Oemar Bakri, Bento, Tampomas, Galang Rambu Anarki, Lonteku, Ethiopia, dll. Walau begitu dia juga menyanyikan lagu cinta semisal Mata indah Bola Ping-Pong, Kemesraan, Antara Kau Aku & Bekas Pacarmu, dan yang paling fenomenal saat keroyokan menyanyikan Kemesraan, lagu wajib tiap pertemuan pada era 90-an.

Iwan Fals adalah ikon budaya pop Indonesia. Dia seperti mewakili jeritan rakyat yang terbungkam terutama di era Orde Baru. Kini, jeritan rakyat tenggelam di antara makian pejabat dan wakil rakyat. Mungkin perlu seorang ikon budaya pada era Reformasi ini. Foto-foto ini dicuplik dari wawancara dia di acara Kick Andy, awal Februari lalu. Oh ya, tulisan yang lebih lengkap tentang Iwan Fals dapat Anda akses di wikipedia. Kisah tentang salah satu konsernya di tahun 1989 di Istora Senayan dapat Anda dimak di Majalah Tempo.



Iwan Fals di acara Kick Andy. Dia diwawancarai Adi F. Noya


Rosana istri Iwan Fals, biasa dipanggil Mbak Yos. Pada masa-masa terberat Iwan Fals, termasuk saat Galang Rambu Anarki meninggal di usia remaja, Mbak Yos setia menguatkan Iwan.


Setiawan Djodi, pengusaha, rekan Iwan di Swami dan penyandang dana konser Kantata Takwa


Iwan Fals muda, bandingkan dengan penampilan sekarang. Konon, perubahan penampilan dan gaya bermusiknya, sangat dipengaruhi oleh kematian anak sulungnya, Galang

Kamis, 28 Januari 2010

Genio Civic Nike Ardilla


Pagi itu, Jl. R.E. Martadinata Bandung terjadi kejadian mengenaskan. Mobil Honda Genio Civic biru metallic plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah. Satu penumpang tewas pukul 06.15 itu. Awalnya Genio itu berusaha menyalip mobil merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, si sopir langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak pohon dan terpental menabrak pagar beton bak sampah kantor Usaha Pribadi.

Si sopir tewas seketika, 19 Maret 1995. Seandainya dia ”bukan siapa-siapa”, mungkin orang-orang sekadar menganggapnya sebagai sopir ugal-ugalan yang sedang sial. Namun, perempuan di balik kemudi mobil naas itu adalah penyanyi yang albumnya sudah terjual lebih dari 5 juta keping: Nike Ardilla. Kontan itu membuat heboh masyarakat Indonesia.

Di internet sudah banyak tulisan tentang kisah Nike Ardilla ini. Dan, kontroversi misteri kematiannya sampai hari ini pun belum tuntas. Apakah karena Nike dalam kondisi tidak fit atau sampai muncul adanya sabotase terhadap mobilnya mengingat konon ban mobilnya lebih kecil daripada ban standar Genio Civic, sampai kini pertanyaan-pertanyaan itu belum terjawab dengan memuaskan. Namun, pernahkah Anda mendengar kematian Nike Ardilla ini mempengaruhi penjualan Honda Genio Civic. Yang saya ingat waktu itu, sebelum Nike tewas, banyak orang berburu membeli sedan yang waktu itu tampak paling sporty dibanding sedan-sedan sejenis. Namun, setelah cewek yang dipanggil akrab Keke itu meninggal, kok Genio Civic surut bersliweran di jalan-jalan. Ada hubungannya kah? Atau, tidak? Ah, ini hanya pikiran mengawang-awangku. Kebenarannya sulit dibuktikan.

Yang jelas, Nike Ardilla sudah memenuhi kaidah sebagai ikon budaya pop Indonesia. Pembahasan apik tentang penyebab kecelakaan Nike Ardilla bisa Anda baca di blog Martin T. Teiseran.

Senin, 28 September 2009

Nepotisme Showbiz


Cewek yang film animasinya, Meraih Mimpi, sukses di pasar ini adalah anak composer Erwin Gutawa.

Jika Anda amati akhir-akhir ini di dunia hiburan di Indonesia, sedang muncul "generasi kedua" para pesohor sedang mengadu keberuntungan. Dengan nama besar orang tua atau familinya—ada yang menyangkal mengakui keterlibatan keluarganya, ada juga yang mengakui— mereka menyanyi, mengeluarkan album atau single.

Kevin Aprilio, keyboardist band Vierra, adalah anak konduktor Twilite Orchestra, Adi MS.
Sebenarnya hal-hal itu sah-sah saja, sebab yang mereka lakukan bukanlah menyangkut kepentingan publik. Hal itu lebih mirip seorang anak yang mewarisi perusahaan orang tuanya. Secara jaringan, mereka jelas diuntungkan karena mereka sudah mengenalnya sejak kecil.

Toddy, drummer band AOP, anak Helmy Yahya

Persoalannya adalah, mereka harus berhati-hati terhadap penerimaan pasar. Juga, ada pertanyaan apakah mereka akan menjadi penghalang orang-orang kreatif yang tidak seberuntung mereka? Namun, bukankah dunia ini tidak adil? Jadi mengapa harus dipersoalkan? Jadi, buat teman-teman yang kebetulan punya koneksi yang dekat dengan dunia showbiz, silakan terus berkarya, abaikan saja grundelan saya.

Ridho Rhoma, anak Raja Dangdut, Rhoma Irama.


Ello Tahitoe, anak Minggus Tahitoe dan penyanyi tenar 80-an, Diana Nasution.

Audy Item, anak Jopie Item.

Jumat, 18 September 2009

Mudik Massal di Jakarta


Akhir-akhir ini media massa dipenuhi berita tentang arus mudik dari Jakarta ke daerah-daerah. Mudik ini seakan-akan telah menjadi bagian dari perayaan suci umat Islam Indonesia, Idul Fitri. Ini fenomena yang menarik sekaligus menyedihkan. Menarik karena fenomena gelombang mudik dalam jumlah jutaan hanya terjadi di sebagian kecil negara misalnya Pakistan (pada hari raya Idul Fitri), China (Imlek) atau India (salah satu hari suci Hindu). Bahkan di Arab Saudi yang adalah asal agama Islam yang merayakan Idul Fitri sebagai hari suci, tradisi mudik ini tidak muncul.

Tradisi yang ingar bingar ini – betapa tidak, akibat tradisi ini, perputaran uang di daerah bisa meningkat 30-40% dari perputaran normal. Bahkan ada 40 triliun rupiah yang dikirim dari seluruh TKI ke seluruh Indonesia selama masa-masa mendekati Lebaran ini. Apa penyebab semua ini?

Urbanisasi skala massal-lah yang menjadi penyebab tradisi mudik ini muncul. Pemusatan sentra-sentra industri, perdagangan di Jakarta membuat perputaran uang di sana tidak sebanding dengan di daerah. Hal inilah yang memicu pertambahan penduduk Jakarta yang di tahun 60-an sekitar 1,5 juta dan membengkak menjadi sekitar 8 juta pada tahun 2004-an.

Kapan fenomena ini berakhir? Entahlah. Selama belum ada kebijakan komprehensif untuk mengembangkan daerah. Ini termasuk di dalamnya membuat daerah lebih berdaya dan berhasil mengerem raja-raja kecil ini dalam bentuk penguasa pemerintah daerah mengeruk keuntungan untuk pribadi dan golongannya semata, fenomena "budaya pop" mudik tiap tahun tidak bakal berakhir.

Selasa, 15 September 2009

Patrick Swayze Meninggal karena Kanker Pankreas


Bintang utama film Ghost, pasangan main Demi Moore — yang di Indonesia melahirkan istilah populer KDM: Korban Demi Moore, meninggal dunia kemarin. Patrick meninggal pada umur 57 tahun. Setelah divonis terserang kanker pankreas sejak Maret tahun lalu.

Filmnya di Indonesia benar-benar sangat berpengaruh. Terutama KDM-nya itu lho.